Sejarah baru mulai terukir di dunia sepakbola ketika kabar pemecatan salah satu pelatih ternama, Jose Mourinho, muncul. Keputusan ini diambil oleh manajemen Fenerbahce setelah tim asal Turki tersebut gagal mencapai fase grup Liga Champions, mewarnai perjalanan Mourinho yang singkat di klub tersebut.
Kekalahan tim dari Benfica pada Rabu, 27 Agustus, membuat Fenerbahce terpuruk. Hasil tersebut menjadi sinyal untuk manajemen klub yang akhirnya memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Portugal itu.
Dari informasi yang didapat, Mourinho resmi dipecat usai menjabat sebagai pelatih kepala selama satu musim di Fenerbahce. Manajemen klub pun secara terbuka menyampaikan terima kasih atas dedikasi Mourinho dan berharap yang terbaik untuk kariernya selanjutnya.
Reaksi Fenerbahce Terhadap Hasil Negatif Tim
Secara resmi, Fenerbahce mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan perpisahan dengan Mourinho disebabkan hasil buruk yang didapat tim. Mereka menjelaskan bahwa evaluasi dilakukan setelah pertandingan krusial yang menentukan nasib klub di pentas Eropa itu.
Pernyataan resmi klub juga mencantumkan bahwa Mourinho merupakan sosok pelatih berpengalaman yang telah memberikan kontribusi selama masa jabatannya. Namun, hasil yang tidak memuaskan terpaksa menjadi alasannya untuk mundur dari posisi tersebut.
Media lokal melaporkan bahwa hubungan antara Mourinho dan manajemen Fenerbahce memang mengalami ketegangan, terutama menjelang bursa transfer. Kritik yang dilontarkan Mourinho terhadap strategi transfer klub pun diyakini memicu keputusan untuk memecatnya.
Perjalanan Singkat Mourinho di Fenerbahce
Mourinho ditunjuk sebagai pelatih Fenerbahce pada bulan Mei 2024 dengan kontrak berdurasi dua tahun. Harapan tinggi diletakkan di pundak Mourinho untuk membawa tim ke level yang lebih baik, terutama di kompetisi Eropa.
Sayangnya, ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan sangat mencolok. Dalam beberapa bulan menjabat, tim tersebut mengalami kendala dalam performa yang mengakibatkan mereka tidak berhasil lolos ke Liga Champions.
Sikap Mourinho yang terbuka dalam menyampaikan kritik tentang bursa transfer mungkin telah memicu ketidakpuasan di dalam manajemen. Hal ini pun membuat posisinya di klub menjadi semakin rentan menjelang keputusan pemecatan itu.
Komentar Pedas Mourinho Sebelum Pemecatan
Menjelang laga leg kedua play-off melawan Benfica, Mourinho mengungkapkan kekhawatiran mengenai kurangnya aktivitas di bursa transfer klub. Ia mengungkapkan bahwa jika Liga Champions merupakan target utama Fenerbahce, maka perlu adanya pergerakan yang lebih aktif di jendela transfer.
Seakan menyampaikan unek-uneknya, Mourinho bahkan menyatakan keberatan mengenai daftar pemain yang dimiliki klub. Ia melihat bahwa Fenerbahce seharusnya memiliki langkah strategis untuk mendatangkan pemain berkualitas agar bisa bersaing di level Eropa.
Pernyataan tersebut muncul sebagai puncak dari kekesalan pelatih yang berpengalaman itu, yang ternyata tidak diterima baik oleh manajemen. Hal ini menjadi salah satu alasan utama keputusan untuk memecat Mourinho diambil dengan segera.