Suzuki Motor baru saja mengumumkan dimulainya produksi mobil listrik pertamanya, e Vitara, di India, pada tanggal 26 Agustus. Dengan langkah ini, India dikukuhkan sebagai pusat produksi global mobil listrik bagi Suzuki, memperlihatkan komitmen besar perusahaan dalam industri kendaraan ramah lingkungan.
Investasi yang dilakukan Suzuki mencapai sekitar 700 miliar rupee, setara dengan Rp131 triliun, selama satu dekade ke depan melalui anak perusahaannya, Maruti Suzuki India Limited. Langkah ini bertujuan untuk memulai produksi mobil listrik yang diharapkan bisa mendongkrak penjualan dan memenuhi permintaan di pasar global.
Menurut laporan, Suzuki menargetkan India menjadi sentra produksi untuk memasok kebutuhan ekspor ke 100 negara, termasuk Jepang dan Eropa. Lokasi utama pabrik terletak di Hansalpur, Gujarat, yang diperkirakan sebagai salah satu fasilitas produksi terbesar dan tercanggih di negara tersebut.
Visi Suzuki Membangun Pusat Produksi Mobil Listrik
Suzuki memiliki strategi jangka panjang dengan menjadikan India sebagai pusat produksi kendaraan listrik. Hal ini bermula dari pengamatan bahwa India merupakan salah satu pasar terbesar bagi Suzuki. Dengan memusatkan produksi di sini, Suzuki berharap dapat memenuhi permintaan lokal dan global dengan lebih efisien.
Kompleks produksi di Gujarat dirancang untuk mampu memproduksi hingga satu juta unit kendaraan. Presiden Suzuki Motor, Toshihiro Suzuki, menyatakan bahwa kapasitas besar ini memungkinkan perusahaan untuk bersaing lebih agresif di industri kendaraan listrik yang terus berkembang.
Produksi e Vitara juga menjadi awal bagi Suzuki untuk memasuki pasar mobil listrik dengan lebih serius. Model ini akan menjadi pesaing langsung bagi kendaraan seperti Hyundai Creta dan Mahindra XEV 9e di India, dua model populer yang telah lebih dahulu mengejar pasar SUV di segmen ini.
Pengembangan dan Peluncuran e Vitara Sebagai Mobil Listrik Pertama
e Vitara telah dipamerkan di berbagai acara, termasuk Bharat Mobility Global Expo pada tanggal 17 Januari 2025. Peluncuran ini memberikan sinyal kuat bahwa Suzuki serius dalam mengembangkan lini kendaraan listriknya. Di Indonesia, versi mendekati produksi massal telah diperkenalkan di pameran GIIAS 2025 pada bulan Juli.
Kehadiran e Vitara ini tidak hanya diperuntukkan bagi pasar domestik India, tetapi juga menargetkan ekspor ke berbagai negara. Rencana tersebut menjadi bagian dari strategi Suzuki untuk memperkuat posisinya di pasar global kendaraan listrik.
Selama proses pengembangan, Suzuki berupaya memastikan bahwa e Vitara memenuhi standar kualitas tinggi, baik dalam performa maupun teknologi. Dengan fitur-fitur modern dan desain yang menarik, Suzuki berharap e Vitara akan mendapatkan respon positif dari konsumen.
Dukungan Pemerintah India Terhadap Investasi Suzuki
Pemilihan India sebagai pusat produksi mobil listrik tidak lepas dari dukungan pemerintah setempat. Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyambut baik langkah ini sebagai bagian dari kampanye “Make in India” yang mendorong produksi lokal. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian lokal.
Modi juga mengapresiasi upaya Maruti Suzuki dalam memproduksi kendaraan secara lokal, yang tentunya akan menguntungkan masyarakat. Ia mengajak masyarakat untuk mendukung produk mobil yang komponennya diproduksi di dalam negeri, sehingga dapat memperkuat industri otomotif lokal.
Pemerintah India berambisi menjadikan negara ini sebagai salah satu pemain kunci dalam industri kendaraan listrik global. Dukungan regulasi dan insentif bagi produsen kendaraan listrik diharapkan mampu menarik lebih banyak investasi dari perusahaan-perusahaan otomotif dunia.